Kurang Dari Satu Menit Itu Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini atau yang sering dikenal oleh masyarakat mudah keluar ketika berhubungan intim adalah suatu gangguan seksual yang sebenarnya cukup sering dialami oleh para pria, bahkan faktanya, setiap pria di dunia ini minimal pernah sekali mengalaminya. Lalu, kenapa mesti angka 1 menit yang menjadi patokan bahwa ini adalah durasi yang bisa dibilang terlalu cepat? Lalu, apakah ejakulasi dini bisa terjadi ketika pria melakukan masturbasi? Mau tahu jawabannya? Simak terus artikel ini hingga usai!
Dikatakan ejakulasi dini, bila seorang pria ketika berhasil melakukan penetrasi penis ke dalam vagina saat berhubungan seks dan mendapatkan orgasme dan ejakulasi kurang dari 1 menit, dan ini sudah berlangsung lebih dari setengah (50%) total hubungan seks yang dilakukan seumur hidupnya. Jadi durasi ini lebih sering dikenal juga sebagai IELT (Intra Ejaculation Latency Time) atau interval kemampuan penis di dalam vagina. Ini hubungannya erat sekali dengan kemampuan wanita untuk mendapatkan klimaks atau orgasme yang rerata angkanya adalah 4-8 menit, jadi bila seorang pria mampu bertahan untuk tidak mendapatkan orgasme dan ejakulasi lebih dari 5 menit di dalam vagina, angka ini sudah lebih dari cukup. Di beberapa jurnal dikatakan, seorang penderita ejakulasi dini biasanya hanya mampu bertahan kurang dari 1 menit saja.
Lalu, kenapa ejakulasi dini erat kaitannya dengan IELT atau saat berhubungan seks saja, karena ketika situasi dinding vagina teksturnya sangat jauh dibandingkan dengan tekstur tangan bagi yang melakukan seks swalayan atau masturbasi. Liang kemaluan wanita itu sangat halus dan biasanya lembap serta hangat, dan bagi pria penderita ejakulasi dini, biasanya akan mudah terasa geli ketika bergesek dengan dinding vagina, sebab itu pula ia akan mudah cepat keluar. Hal ini jauh berbeda dengan pria yang melakukan masturbasi, di mana ia biasanya menggunakan tangan dan biasanya sangat diharapkan untuk cepat keluar untuk mendapatkan kepuasan.
Orgasme wanita ini juga erat hubungannya dengan kemampuan seorang pria bertahan melakukan hubungan seks. Bila pasangan lelakinya cepat keluar dan kurang dari satu menit, sudah pasti wanitanya pun belum sempat untuk mendapatkan klimaks atau orgasme, dan ini adalah pokok permasalahan yang selalu dibahas oleh pasangan pria yang menderita ejakulasi dini, ketidakmampuan untuk memuaskan pasangannya hingga mencapai klimaks.
Angka statistik dunia menunjukkan, lebih dari 30% kasus perceraian di dunia disebabkan karena masalah disfungsi seksual, dan setengahnya disebabkan oleh pihak pria, khususnya karena masalah ejakulasi dini, di mana pasangan wanitanya kurang mendapatkan kepuasan seksual karena pihak pria salah satunya menderita masalah ejakulasi dini atau lekas keluar saat berhubungan seks. Ditambah lagi dengan angka pendidikan seks di Indonesia yang kurang baik, ternyata cukup banyak wanita di negeri ini yang belum pernah merasakan kenikmatan seks sama sekali, selain menjalankannya hanya untuk sekedar pemuas suami atau melanjutkan keturunan agar hamil. Padahal jelas, wanita pun memiliki hak yang sama dalam perihal reproduksi untuk mendapatkan kepuasan. Dengan kondisi seperti ini di Indonesia, ini dapat memperparah, terlebih lagi kejadian ejakulasi dini cukup banyak di negeri ini.
Kondisi stres fisik dan psikis, adalah penyebab tersering dari terjadinya ejakulasi dini. Akibat stres berkepanjangan, maka di otak akan mengalami kekurangan hormon yaitu Serotonin. Efek panjang akibat defisiensi senyawa kimia saraf ini (neurotransmitter) adalah penis menjadi lebih sensitif, sehingga ketika melakukan hubungan seks, penderitanya akan terasa sangat geli, hingga akhirnya tidak tahan untuk mendapatkan orgasme dan ejakulasi, dan ini adalah pertanda yang paling banyak dikeluhkan oleh pria dengan ejakulasi dini dan stres. Kondisi kurang hormon Serotonin itu tidak melulu didapat pada pria yang mengalami stres psikis berkepanjangan, tetapi ada suatu kondisi genetika akibat karena pengaruh kelainan di otak tepatnya pada nucleus paragigantocellulare, dimana produksi Serotonin akan sangat minim sekali, sehingga penderitanya juga mengalami ejakulasi dini.
Masalah lainnya, ejakulasi dini sering terjadi bersamaan dengan impotensi atau disfungsi ereksi. Karena ketidakmampuan penis untuk mempertahankan ereksi ketika berhubungan seks, maka biasanya akan mudah loyo, dan kerap terjadi bersamaan dengan fenomena cepat keluar. Jadi ejakulasi dini selain memang disebabkan karena unsur genetika atau diturunkan dari orang tua, bisa juga merupakan karena gejala awal dari masalah gangguan ereksi atau impotensi. Sayangnya, lebih banyak pasien yang datang berobat ke Klinik Lelaki Indonesia, hanya tahu bahwasanya ia hanya menderita ejakulasi dini, padahal setelah diperiksa lebih dalam lagi dan detail oleh dokter kami, keluhan utamanya ternyata adalah masalah disfungsi ereksi.
Setelah Anda mengetahui masalah ejakulasi dini seperti yang sudah kami jelaskan di atas, maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini kepada pihak profesional yang tepat, yaitu kepada dokter di Klinik Lelaki Indonesia. Segera hubungi kami untuk konsultasi online di nomor 0811-9120-155 via panggilan telepon langsung atau melalui media chat Whatsapp untuk mendapatkan solusi sementara atas ejakulasi dini yang Anda alami, atau bisa juga untuk membuat janji dengan dokter kami untuk berkonsultasi dan berobat langsung untuk mendapatkan potensi gagah kembali hanya dalam 3 hari saja. Segera obati masalah ejakulasi dini yang Anda alami dan jangan pernah tunda sebelum semuanya terlambat, dan segera selamatkan rumah tangga dan jangan biarkan istri Anda tidak pernah merasakan kepuasan seksual di dalam kehidupan rumah tangga. Sudah saatnya istri pun mendapatkan kepuasan yang sama dengan Anda. Berobat ejakulasi dini terbaik, ya hanya di Klinik Lelaki Indonesia dan bukan tempat lain!
Komentar
Posting Komentar