Apakah Sunat Mencegah Ejakulasi Dini?

Banyak perdebatan di masyarakat awam yang mendiskusikan bahwa pria yang disunat akan lebih tahan lama dibandingkan pria yang tidak disunat, alasan mereka menyatakan bahwa, kulup atau lapisan kulit terluar yang menutupi kepala (glans) penis menyebabkan alat vital cenderung menjadi lebih sensitif dan menyebabkan pria mendapati ejakulasi dini. Lalu, apakah itu sepenuhnya benar? Apakah sunat menjadi solusi utama bagi pria yang menderita ejakulasi dini? Simak terus!
Sunat atau yang lebih dikenal juga sebagai sirkumsisi atau khitan di Indonesia ini, adalah prosedur medis dengan melakukan pembedahan dengan mengangkat kulit terluar penis atau kulup sehingga glans tampak dan tidak tertutup lagi. Selain untuk tujuan ritual agama dan kebudayaan, ternyata sunat juga memberikan manfaat yang positif bagi yang menjalankannya, selain untuk menurunkan risiko yang signifikan bagi infeksi HPV (Human Papilloma Virus) yang dapat menyebabkan terjadinya kanker pada penis dan juga leher rahim (serviks) pada wanita, ternyata juga menurunkan angka kejadian infeksi menular seksual dan juga infeksi pada saluran kemih.
Meskipun sunat hanya populer di Asia khususnya Indonesia, Malaysia, dan Filipina, serta negara barat seperti Amerika Serikat, operasi pembedahan minor yang paling banyak dan rutin dilakukan di dunia ini, ternyata secara medis telah diketahui fungsinya, sehingga banyak badan amal besar yang melakukan sirkumsisi massal di Afrika sebagai upaya untuk mengurangi angka kejadian infeksi HIV di benua hitam tersebut. Di Amerika Serikat pun sampai hari, sunat meski sejak awal abad 20 sudah rutin dilakukan pada setiap bayi laki-laki, namun lebih banyak wanita di negeri Paman Sam tersebut lebih memilih untuk memiliki pasangan yang sudah disunat dibandingkan yang belum. Di Indonesia pun, menurut pengalaman kami, tanpa terkait dengan tradisi, budaya, dan agama, lebih banyak pria yang memilih untuk disunat, meski dilakukan pada saat dewasa dan sebelum nikah atas dasar alasan kesehatan dan higienisme.
Seorang pria dapat dinyatakan menderita ejakulasi dini, bila rerata ia mendapatkan orgasme dan ejakulasi ketika berhubungan seksual (di dalam vagina) dengan durasi kurang dari 1 menit, dan ini sudah berlangsung lebih dari setengah percobaan hubungan intim dengan pasangannya dalam waktu seumur hidupnya. Penyebab ejakulasi dini pun, paling sering karena pengaruh gangguan stres fisik dan psikis yang menyebabkan turunnya kadar hormon Serotonin di dalam otak, sehingga penis menjadi lebih sensitif dan mudah mendapatkan ejakulasi ketika berhubungan seks, atau penyebab lainnya yang memiliki dasar adalah akibat karena penis kurang mampu mempertahankan ereksinya alias sudah masuk dalam gangguan ereksi, atau impotensi. Cukup sering pasien yang awalnya mengeluhkan cepat keluar, ternyata sudah berbarengan dengan disfungsi ereksi, jadi keduanya adalah kawan baik dan sering muncul bersamaan.
Lalu, apakah sunat berpengaruh terhadap ejakulasi dini. Jawabannya belum ada yang bisa menyimpulkan demikian, namun ada jurnal kedokteran urologi yang menyatakan bahwa, pria yang disunat mampu mempertahankan ejakulasi 20 detik lebih lama dibandingkan dengan pria yang tidak disunat sama sekali. Meskipun demikian, sebenarnya tidak banyak pengaruh antara sunat dan tidak sunat bagi pria penderita ejakulasi dini. Tetapi, bila kondisi kulit kulup diangkat, glans penis akan cenderung lebih cepat kering karena terkena oleh udara, dan juga yang awalnya ada kulit yang melapisi dan menggesek glans, menjadi tidak ada dan sedikit kurang sensitif dibandingkan dengan yang belum disunat. Bila saat ini Anda memilih untuk disunat atas dasar alasan agar tidak mengalami ejakulasi dini, hal tersebut bukanlah pilihan yang bijaksana, mengingat tujuan sirkumsisi sebenarnya adalah untuk dasar kesehatan bukanlah untuk mengobati masalah ejakulasi dini.
Pengobatan yang paling tepat untuk masalah ejakulasi dini bukanlah dengan sunat, melainkan dengan mencari penyebabnya terlebih dahulu, apakah itu karena stres psikis, atau bahkan karena masalah gangguan ereksi yang bisa disebabkan karena masalah penyakit metabolik, atau bahkan karena pengaruh genetika yang diturunkan dari orang tua. Selain itu pengobatan ejakulasi dini membutuhkan banyak kesabaran, karena bila stres penyebabnya, biasanya dokter kami akan menyarankan untuk melakukan modifikasi gaya hidup, melakukan latihan pernafasan dan bila perlu dilakukan pengobatan dengan penyesuaian dosis yang tepat bagi masing-masing pasien. Bila ejakulasi dini berlangsung bersamaan dengan impotensi, maka dokter kami akan mencari penyebab dari gangguan ereksi terlebih dahulu, mengobati akar permasalahannya bersama dengan memperbaiki status sirkulasi darah di pembuluh darah di penis bila terganggu, dan mengobati bersamaan dengan gangguan ejakulasi dini yang dialami oleh pasien.
Manfaat Sunat – Jadi, sunat bukanlah solusi utama untuk mengobati ejakulasi dini, melainkan terbaik adalah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, dan diobati sesuai dengan penyebabnya dan penyesuaian dosis dengan kebutuhan masing-masing pasien. Bila saat ini Anda merasakan mudah mengalami ejakulasi saat berhubungan seks dan merasa belum disunat, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter sebelum Anda melakukan sunat. Jangan biarkan kondisi ini begitu saja sehingga menurunkan tingkat percaya diri, atau dengan mengobati sendiri dengan membeli obat kuat di Apotek terdekat yang berpotensi fatal karena efek samping yang berat mulai dari alergi hingga kematian mendadak akibat henti jantung.
Tapi, bila saat ini Anda sudah sunat dan masih mengalami ejakulasi dini, serahkan ini semua kepada kami di Klinik Lelaki Indonesia melalui nomor telepon hotline kami di 0811-9120-155 untuk mendapatkan solusi sementara atas ejakulasi dini yang Anda alami, atau bisa langsung membuat janji kepada dokter kami untuk berkonsultasi dan berobat untuk mendapatkan potensi gagah kembali hanya dalam 3 hari saja.
Komentar
Posting Komentar