7 Cara Mencegah Impotensi di Usia Tua

Penuaan adalah suatu hal yang lazim dan terjadi pada setiap manusia. Pada pria di atas usia 40 tahun, di dalam tubuhnya mulai terjadi proses degenerasi atau penurunan daya, tidak terkecuali dari fungsi seksual yang dimilikinya. Sebab itu satu dari sepuluh pria di antara usia 40-50 tahun, sudah memiliki masalah seksual, yaitu impotensi dan atau ejakulasi dini. Sebab itu dalam artikel ini kami akan membahas 7 cara mencegah impotensi di usia tua. Penasaran? Simak terus artikel ini hingga usai.
Impotensi adalah ketidakmampuan seorang pria untuk mempertahankan ereksi untuk berhubungan seks, gejalanya adalah: ereksi kurang keras, penis yang mudah loyo, hingga tidak mampu menegakkan ereksi sama sekali. Hal ini paling banyak ditemui pada pria di atas usia 40 tahun, karena faktor usia dan proses degenerasi yang terjadi di tubuhnya, juga risiko akan penyakit metabolik. Berikut ini cara-cara yang bisa Anda ikuti untuk mencegah impotensi di usia tua:
1. Rajin berolahraga.
Ketika usia tua, bukan berarti tidak ada aktivitas fisik sama sekali. Meskipun di Indonesia, usia pensiun adalah 55 hingga 58 tahun, di beberapa negara maju di Eropa, usia pensiun semakin tua, bahkan hingga mencapai 65 tahun. Hal ini didasari, angka harapan hidup manusia yang semakin tinggi, dan juga taraf kesehatan yang berangsur-angsur semakin membaik. Kendati pada usia tua, badan mudah lelah, olahraga pun sebenarnya bisa menjadi kewajiban untuk menjaga kesehatan di usia lanjut. Tidak harus selalu olahraga yang keras, dimulai dari jalan cepat setiap hari di pagi hari selama minimal 15 menit setiap hari adalah pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh. Bila saat ini Anda mulai merasakan masalah keterbatasan fisik, sebaiknya konsultasikan kepada dokter atas pilihan jenis latihan fisik yang baik bagi tubuh Anda. Dengan rajin berolahraga, akan memperlancar aliran darah di dalam tubuh dan membantu mengurangi risiko akan impotensi di usia lanjut.
2. Kurangi rokok.
Adalah fungsi dari Nikotin yang membuat Anda menjadi lebih tenang ketika menghadapi stres. Sehingga tidak heran, rokok bisa menjadi teman baik ketika rasa stres fisik dan psikis melanda. Namun, bukan masalah kandungan di dalam sebatang rokok, tetapi hasil dari pembakarannya yang membuat masalah bagi tubuh Anda. Kami tidak menyarankan Anda untuk berhenti begitu saja rokok, tetapi, mulai kurangi jumlahnya perlahan-lahan hingga bisa berhenti sama sekali. Merokok di usia tua, adalah masalah besar, selain tubuh yang sudah mengalami proses penurunan fungsi, asap rokok pun mengurangi kapasitas penampungan paru untuk Oksigen yang diperlukan tubuh untuk proses metabolisme. Selain itu juga rokok menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di penis yang bisa memperparah derajat impotensi yang Anda alami.
3. Kurangi makanan tinggi kalori: gula dan lemak.
Bukan tidak boleh sama sekali, tapi batasi. Usia 40 tahun ke atas, rentan terhadap pembentukan penyakit metabolik yang berujung pada penyakit metabolik yang berujung pada penyumbatan pembuluh darah. Kurangi makanan tinggi kalori yang mengandung gula dan lemak tinggi, terutama bagi Anda yang sudah lanjut usia.
4. Suplemen multi vitamin dan mineral.
Suplemen multi vitamin dan mineral, terutama yang mengandung Vitamin C yang akan membantu mengurangi proses oksidasi dan radikal bebas yang menyebabkan tubuh akan mengalami penuaan dengan cepat, juga mineral Zinc atau yang lebih dikenal juga sebagai Seng, akan membantu produksi hormon seks Testosteron yang nantinya akan memperbaiki gairah seksual serta performa seks pria usia lanjut di ranjang, dan tentunya bisa membantu perannya untuk mencegah impotensi.
5. Rutinkan medical check up.
Bila Anda punya sedikit uang untuk melakukan tes skrining kesehatan, melakukan pemeriksaan darah terhadap gula darah puasa, 2 jam pos prandial, serta profil lemak, adalah keputusan yang ama sangat bijaksana untuk mengetahui riwayat kesehatan Anda yang memberikan risiko terhadap masalah impotensi. Lakukan ini setidaknya 2 kali dalam setahun atau setiap 6 bulan sekali untuk memonitor risiko terhadap impotensi di usia lanjut. Selain itu Anda bisa menambahkan pemeriksaan terhadap fungsi hati, ginjal, hingga jantung dengan pemeriksaan EKG.
6. Perbanyak minum air putih.
Usia tua memang menyebabkan berkurangnya selera makan karena kemungkinan masalah proses degenerasi di lidah. Sehingga makanan atau minuman yang kurang rasa bisa menjadi masalah. Tapi, kadar gula di dalam minuman ringan sangat tinggi. Minuman manis memang menyenangkan lidah, tapi tidak untuk kondisi tubuh terutama di usia lanjut. Biasakan minum air putih, atau bila perlu ditambah dengan sayuran atau buah di dalamnya untuk menambah rasa (infused water).
7. Jadwalkan berkonsultasi ke dokter.
Selain MCU (Medical Check Up), konsultasi ke dokter juga sama pentingnya untuk menilai kondisi tubuh di usia lanjut, dan apakah juga sudah memiliki risiko terhadap impotensi atau belum, hanya dokter yang mampu menilai ini. Pastikan Anda pergi ke dokter untuk berkonsultasi dari hasil MCU yang dilakukan dan mendapatkan nasihat yang baik untuk mencegah impotensi.
Usia lanjut memang menjadi risiko terjadinya impotensi, sebab itu impotensi bisa saja terjadi, terutama pada usia pria di atas 40 tahun. Selain karena risiko dari penyakit metabolik, kondisi penurunan atau degenerasi fungsi tubuh juga turut menyumbang risikonya. Sebab itu, bila terjadi masalah impotensi, sebaiknya Anda segera berkonsultasi kepada dokter kami di Klinik Lelaki Indonesia untuk mendapatkan konsultasi dan pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan dan keluhan Anda masing-masing. Segera hubungi nomor hotline kami di 0811-9120-155 untuk mendapatkan solusi sementara atas impotensi yang Anda alami atau membuat janji untuk berkonsultasi dan berobat dengan dokter kami, serta dapatkan potensi gagah kembali dari impotensi hanya dalam 3 hari saja.
Komentar
Posting Komentar